mengapa masyarakay desa perpengaruh dolar

✍️ Oleh: aku | 📅 17 June 2026 | 👁️ 4 kali dibaca

Rupiah Melemah, Desa Ikut Terdampak Meski Tidak Menggunakan Dolar

WARTA DESA BONDOWOSO – NASIONAL

Melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat ternyata tidak hanya berdampak pada pelaku usaha besar atau kegiatan ekspor-impor. Masyarakat desa juga dapat merasakan dampaknya melalui kenaikan harga berbagai kebutuhan dan biaya produksi pertanian.

Ketergantungan Indonesia terhadap sejumlah barang impor menyebabkan penguatan dolar berpengaruh pada harga pupuk, pestisida, pakan ternak, bahan bakar, hingga suku cadang alat pertanian. Ketika biaya produksi meningkat, petani dan pelaku usaha desa harus mengeluarkan biaya yang lebih besar untuk menjalankan usahanya.

Selain sektor pertanian, kenaikan kurs dolar juga dapat memengaruhi harga kebutuhan pokok yang distribusinya bergantung pada biaya transportasi dan energi. Kondisi tersebut berpotensi menurunkan daya beli masyarakat apabila harga barang meningkat lebih cepat dibandingkan pendapatan masyarakat desa.

Di sisi lain, pemerintah terus mendorong pemanfaatan Dana Desa Tahun 2026 untuk memperkuat ketahanan pangan, mengembangkan ekonomi desa, serta meningkatkan ketahanan masyarakat terhadap berbagai gejolak ekonomi. Fokus penggunaan Dana Desa 2026 mencakup penguatan ketahanan pangan, pengembangan lembaga ekonomi desa, penanganan kemiskinan ekstrem, hingga pembangunan infrastruktur yang mendukung produktivitas masyarakat desa.

Pemerhati ekonomi menilai bahwa meskipun masyarakat desa tidak bertransaksi menggunakan dolar secara langsung, perubahan nilai tukar tetap memiliki efek berantai terhadap kehidupan sehari-hari melalui harga barang dan biaya produksi yang semakin tinggi.

"Masyarakat desa memang menggunakan rupiah, namun berbagai kebutuhan yang mereka konsumsi dan gunakan dalam kegiatan ekonomi tetap dipengaruhi oleh pergerakan dolar dan kondisi ekonomi global," demikian pandangan yang banyak disampaikan oleh para ekonom terkait dampak pelemahan rupiah terhadap masyarakat pedesaan.

Reporter: WDB Nasional
Sumber: ANTARA, Detik, IDN Times.

« Kembali ke Beranda